SKEMA PEMBERIAN SERTIFIKASI GURU AKAN BERUBAH?

SUARAPGRI -  Irman Yasin Limpo membahas masalah skema baru tunjangan sertifikasi. 
Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman Tribunnews.com. "Ada skenario dari Kementerian untuk mengefektifkan tunjangan sertifikasi guru, memang harus ada formulasi baru karena ini bukan tunjangan kesejahteraan tapi profesionalisme guru," kata None, sapaan Irman YL di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Senin (4/9/2017).


None pun menyampaikan ini saat membawakan materi di Kantor BPK RI.
"Jadi, sertifikasi itu, sama dengan tunjangan kinerja. Berbeda itu tunjangan kinerja dengan tunjangan kehormatan dan kesejahteraan. Seperti, masa', sama sertifikasi atau tunjangan kinerja guru yang bertugas di Pangkep dengan Pulau Likoang, yang perjalanan ke sana butuh dana Rp 3 Juta," tuturnya.

None pun membahas masalah tunjangan kemahalan yang bertugas di daerah terpencil.
"Harus berbeda tunjangannya," ujarnya.

None juga membahas tentang masalah seleksi kepala sekolah. Ia mengatakan kepala sekolah akan ujian seleksi dengan model berbasis komputer.
Bahkan, proses wawancara pun bakal menggunakan video conference. Sebanyak, 30 interviewer mantan kepala sekolah bergelar doktor bakal wawancara dengan lebih dari seribu calon kepala sekolah.

"Jadi, kita ingin lihat kemampuan guru dalam pengetahuan teknologi. Dan hasilnya dari ujian berbasis komputer ini bakal kelihatan setelah mereka ikut ujian," katanya.
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan akan melakukan observasi dini kepada calon kepala sekolah.

"Mereka akan observasi kepribadian, manajerial, dan sosial calon kepala sekolah. Setelah itu, UPTD akan kirim 3 nama calon kepala sekolah dari masing-masing sekolah," pungkasnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SKEMA PEMBERIAN SERTIFIKASI GURU AKAN BERUBAH?"

Posting Komentar