BERIKUT EDARAN MENDIKBUD MUHADJIR EFFENDY TENTANG GURU HONOR BARU

SUARAPGRI - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy buat edaran ke daerah terkait pelarangan penerimaan guru honorer yang diangkat pihak Sekolah.

Edaran tersebut sudah diteruskan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau ke sekolah-sekolah.


Adapun dua item larangan dari Mendikbud Muhadjir tersebut Kepala Sekolah dilarang merekrut guru Honor baru dan bagi guru Honor yang bukan diangkat melalui SK Bupati/Walikota atau Dinas Pendidikan, maka tidak dibolehkan lagi ditambah jam mengajarnya.

Berdasarkan informasi yang di lansir dari laman Tribunnews.com, "Itu edaran dari Mendikbud. Karena kemampuan keuangan kita terbatas. Yang masih bisa mengajar itu yang memiliki SK dikeluarkan oleh Dinas pendidikan," jelas Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau Ahyu Suhendra kepada Tribun Senin (4/9/2017).

Menurut Ahyu pihaknya sudah menyurati seluruh Kepala Sekolah untuk mematuhi edaran tersebut. Alasannya sederhana, karena menurut Ahyu bisa saja nanti kelebihan guru Honor.

"Takutnya kalau diangkat lagi tenaga honorer nantinya bisa overlap dengan tenaga yang ada, sehingga akan mengganggu jam mengajar tenaga pendidik yang sudah ada. Terus untuk pembiayaannya juga tidak bisa tercover oleh keuangan daerah," ucap Ahyu.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "BERIKUT EDARAN MENDIKBUD MUHADJIR EFFENDY TENTANG GURU HONOR BARU"

  1. Aturan baru. Mau jadi guru honor saja di sini susah. Guru Pns di Toba Samosir ini. Dari dulu tak ada pemerataan. Jangan asal ada aturan pak. Pengasan pelaksanaan tak ada. Pengawas sekolah disini berlebih

    BalasHapus