ENTAH APA JADINYA JIKA HONORER MOGOK SECARA NASIONAL

SUARAPGRI.IDJumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia semmakin berkurang dalam tiga tahun terakhir. Yakni dari 4,5 juta menjadi 4,2 juta. Hal tersebut membuat politikus Gerindra Bambang Riyanto cemas.

Dia khawatir Indonesia akan kekurangan sumber daya manusia pada tahun 2019/2020 mendatang.


Anggota Komisi II DPR RI itu bahkan menyebut Indonesia dalam posisi darurat Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Kita masih terselamatkan karena honorer. Kalau mereka mogok secara nasional, saya nggak tahu bagaimana jadinya situasi bangsa," tutur Bambang kepada JPNN, Selasa (18/4).

Namun, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana membantah ucapan Bambang.

Dia mengatakan, Indonesia belum mengalami darurat Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Syaratnya, instansi pusat maupun daerah mau menggunakan sistem IT.

‎"Nggak darurat kok kalau mereka mau pakai IT. Yang masih manual diubah menjadi dengan e-government. PNS-nya dipindah ke tempat yang memerlukan. Dengan e-government tidak butuh PNS banyak lagi," jelas Bima.

Dia mengakui, butuh waktu dan anggaran untuk memberikan pelatihan kepada PNS yang dipindahkan ke tempat baru.

Namun, itu jalan satu-satunya apabila semua instansi sudah menggunakan e-government. (jpnn.com)

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "ENTAH APA JADINYA JIKA HONORER MOGOK SECARA NASIONAL"

  1. Kita coba aja mogok nasional pada saat menjelang UN dan kenaikan kelas...
    Kita lihat apakah berdanpak atau tidak, yg jelas si Bima itu kan cuman melihatnya data diatas meja saja makanya berani ngomong seperti itu

    BalasHapus